Jeritan Pelaku Usaha Ketika Musim Pageblug Datang
Jayanya pelaku usaha hampir hilang.
Pasti sebagai
society Indonesia sudah dapat merasakan. Pageblug yang dikatakan sebagai tanda
akhir zaman perlahan membuat sebagaian usaha yang telah berjalan bertahun-tahun
luluh lantah.
Usaha demi usaha
sudah dilakukan untuk membangkitkan usaha mikro, menengah dan bahkan keatas
dari mulai pemerintah hingga warga RT sekitar ikut campur tangan.
Nampaknya,
pageblug ini semakin menjadi.. tiada ampun ……
Eh, guys….
Sebelum dilanjut. Apakah gerangan istilah Pageblug??? Kita samakan persepsi
dulu…
Pageblug disini merupakan
istilah Bahasa jawa. Memang pageblug hanya satu kata tapi memiliki arti yang cukup panjang
yaitu kondisi yang mempengaruhi sampai ke dalam aspek kehidupan lokal. Disisi lain
mengatakan bahwa Pageblug atau dalam versi lain
dikenal dengan “bageblug” adalah suatu sebutan untuk suatu wabah penyakit yang
sedang terjadi. Kata dasar (tembung lingga) dari pagebluk adalah “geblug”. Baik
dalam bahasa Jawa maupun Sunda, kata “gebluk” atau “blug” dapat berarti jatuh,
tersungkur, tumbang ataupun dapat juga disebut ledakan. Dengan demikian
pagebluk menggambarkan suatu kondisi banyak korban berjatuhan, bertumbangan,
ataupun jatuh tersungkur yang terjadi secara serentak bahkan berskala luas,
yang karena besarnya hal tersebut maka menimbulkan korban yang banyak, sehingga
menyerupai arti “gebluk” yaitu ledakan. Oleh karena itu, dapat kita simpulkan
bahwa pagebluk merupakan suatu istilah lokal yang digunakan untuk menyebut
istilah pandemi. Hal ini sesuai dengan kondisi yang diakibat oleh Corona Virus
atau yang sering disebut Covid-19… (mungkin karena dimulai 2019 dinamakan
Covid-19.. hehe #bercanda)
Oke
sekarang udah paham nih… smoga.. mari kita lanjutkan pembahasan Pageblug
berdampak pada usaha bagi pelaku usaha.
Pageblug tetap
melanjutkan aksinya, hingga tak terasa sudah 2 tahun lamanya….Hingga sedikit
demi sedikit pelaku usaha mikro tergilas dan banyak yang menanggalkan bisnis
yang telah dirintisnya. Kasihan memang… miris memang…
Hanya kata sing
sabar yang bisa terucap oleh beberapa pelaku usaha yang masih mencoba bertahan
meski pendapatannya merosot tajam.
Daerah-daerah
yang dulunya ramai akan pelaku usaha yang menjajakan semua dagangannya kini
berlarut menjadi sepi … sepi dan sepi…
Tidak hanya di Indonesia, bahkan banyak negara
yang terdampak akibat adanya pageblug ini. Setiap sektor pasti merasakan
perubahan. Sayangnya, bukan perubahan positif, namun perubahan yang negatif. Ya
betul, usaha mulai sepi bahkan collaps.
Fakta
mengejutkan terjadi dibelahan daerah manapun. Tak terkecuali Yogyakarta yang
notabene kota pelajar, kota wisata, kota yang sanggup menjadi tumpuan bagi
pelaku usaha untuk memutar roda perekonomiannya. Bahkan ada yang sampai
menghasilkan milyaran rupiah dari sektor usaha ini.
Hal ini termuat
dalam koran Sindo, bahwa
1.
Dampak yang luar biasa
terjadi pada dimana salah satu kelompok yang paling
terdampak adalah mereka yang bergerak di bidang usaha menengah-kecil (UMK) dan
usaha menengah-besar (UMB). Lebih dari 80 di antara mereka mengalami penurunan
pendapatan.
2.
hasil survei yang dilakukan Badan
Pusat Statistik (BPS) terhadap 34.599 responden pelaku usaha kecil dan menengah
yang terkena dampak pandemi virus Covid-19 selama 10–26 Juli 2020. Dari daerah
di seluruh Tanah Air yang disurvei, kondisi paling memprihatinkan yang dialami
pelaku usaha terjadi di Bali, DI Yogyakarta, Banten, dan DKI Jakarta
3.
berdasarkan survei, 84% pelaku UMK
mengalami penurunan pendapatan, sedangkan UMB sebanyak 82%. Kondisi tersebut
terjadi akibat penjualan sepi.
4.
Faktor lainnya karena rekan bisnis
mereka juga terdampak pandemi. Kendala lain yang mereka hadapi adalah kesulitan
keuangan terkait pegawai operasional.
Adapun
secara sektoral, sektor akomodasi, makanan dan minuman paling terdampak kondisi
yang saat ini. Sektor jasa lainnya, transportasi dan pergudangan juga mengalami
kondisi yang sama.
Pageblug
belum usai kawan.. mari tetap waspada tetap bersenang tetap berikhtiar…
Jangan mau
terkalahkan dan menyerah dengan pageblug..
Ayolah bangkit
UMKM Indonesia….
Ini sekedar
slogan yang biasa disiarkan di media social baik para palaku usaha maupun warga
…
Jika diambil
dari sisi positifnya si pageblug ini jelas-jelas membawa dampak agar para
pelaku usaha tidak stag dan meratapi nasib .. tapi bangkit dan melakukan
perubahan.
Contohnya jika
selama ini jualan hanya dilakukan secara offline dan pelanggan harus datang
ketempat dimana berjualan, hendaknya kini beralih kita sebagai pelaku usaha
yang jemput bola, genjar promosi, lalu secara cepat belajar dan melirik
segalanya ke dunia Online.
Kalau istilah
warga asing (JEPANG) kini kita berada di era 5.0…..
Era 5.0 yang
telah beredar memiliki arti bahwa era ini menyatakan semua berpusat pada manusia yang
membuat seimbang antara kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial
melalui sistem yang sangat menghubungkan melalui dunia maya dan dunia nyata.
Menurut perdana menteri Jepang, Shinzo Abe
menjelasakan dalam World Economic Forum (WEF), “Di society 5.0 itu bukan lagi
modal, tetapi data yang menghubungkan dan menggerakkan segalanya, membantu
mengisi kesenjangan antara yang kaya dan yang kurang beruntung. Layanan
kedokteran dan pendidikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi akan
mencapai desa-desa kecil."
Dimana dapat
disipulkan, dengan era 5.0 sosial media yang menunjang aktivitas dari mulai
membeli bahan baku sampai dengan media pemasaran sudah tersedia disana.. dan
kita dipaksa secara halus menyesuaikan diri
Mimin sebagai
pnulis ingin membagikan kisah nyata yang dialami Ketika meintis usaha ditengah
pageblug yang baru saja melanda… semua usaha terkesan melambat..
Yakinlah semua
akan ada jalan keluanya. Seperti yang telah ada kita sebagai pelaku usaha bisa
mencoba mengadopsi bisnis digital.
Langkah pertama,
jika usaha kita ini dulunya offline, kita bisa membuat website pribadi tanpa
modal.. kok bisa tanpa modal, bisa saja… Tututan ini bisa kita atasi jika kita
telah mempelajari cara membuat website kepada mentor atau kepada secara
otodidak yang dipandu lewat youtube, buku, atau media lainnya.
Setelah website jadi.
Bisa saja mulai merambah secara otodidak mempelajari cara membuat tampilan
website tersebut menarik. Misalnya saja yang bisa disebutkan disini gimana sih
cara membuat shoot foto yang menarik untuk menawarkan produk yang kita
jalankan.
Nah disini akan
berbagi tips sedikit menurut beberapa pakar untuk mendukung aksi pertama…..
simak baik-baik..
Yuk kita mulai
….
1.
Buatlah dengan konsep yang
sederhana
2.
Gunakanlah pencahayaan alami
3.
Berikan space atas foto produk
yang difoto.. kanan, kiri, atas dan bawah harus proporsional
Langkah kedua,
bisa bekerjasama dengan Gojek, Grab,Maxim dan yang terbaru adalah Shopee food
Langkah ketiga,
menggunakan media pemasaran seperti Google ads yang memiliki kecenderungan fitur lengkap.
Google ads juga menyediakan seleksi lho dalam penayangan pemasaran yang anda
buat
Langkah keempat,
melalui marketplace yang disediakan oleh Facebook. Hal ini paling mudah
dilakukan karena anda pelaku bisnis hanya membuat akun Facebook dan secara
otomatis bisa menggunakan layanan marketplace. Dalam marketplace sama dengan
pembuatan website dimana pengaturan shoot foto mempengaruhi ketertarikan
konsumen dengan iklan yang anda buat.
Mimin, harap ini
menjadi solusi bagi pelaku bisnis yang hendak mengdopsi industry 5.0 yaitu
offline market menjadi digital market.
Semoga sukses
dan lancer dalam pengembangan dan mempertahankan usaha yang tengah digarap. See
youu
Komentar
Posting Komentar